Minggu, 04 Mei 2014

Bahasa Indonesia

Diskusi
Diskusi adalah pertukaran pendapat, gagasan antara 2 pihak untuk mendapatkan suatu kesepakatan.
Diskusi dibagi menjadi 7, yaitu :
-          Kelompok
-          Panel
-          Seminar
-          simposium
-          lokakarya
-          kongres
-          konferensi
Diskusi  kelompok adalah diskusi yang memerlukan moderator notulis dan beberapa peserta sekaligus sebagai penyaji maupun penyanggah.
Moderator adalah orang yang mengatur jalammya diskusi. Tugas moderator adalah :
-          Membuka dan menutup acara diskusi
-          Memperkenalkan anggota
-          Membahas materi secara terbatas(intinya)
-          Membuka sesi tanya jawab
-          Menyimpulkan
Notulis adalah orang yang suka menulis. Tugasnya adalah mencatat segala hal yang terjadi saat diskusi.
Peserta mmeliputi pengaji, pendengar, anggota diskusi, dan penyanggah.

Diskusi panel adalah pertemuan yang di lansungkan oleh panelis dan disaksikan oleh pendengar serta di atur oleh moderator

Diskusi Seminar pertemuan para akar ilmu pengetahuan yang berusaha untuk mendapatakan sepakat dalam suatu hal.

Diskusi Simposium  adalah pertemuan dgn beberapa pembicara/para ahli yang mengemukakan sebuah pidato atau pendapat suatu hal masalah dlam bidang tertentu.

Diskusi Lokakarya/SanggarKerja adalah pertemuan sesame pakar ahli dalam bidang tertwntu yang membahas masalah yang bersangkutan pada dengan bidangnya.

Diskusi Kongres adalah satu media pertemuan organisasi atu perkumpulan profesiaonal yang membahas berbagai persoalan dalam suatu organisasi.

Diskusi Konferensi adalah pertemuan untuk membahas suaatu masalah yang dihadapi bersama.

Pihak pihak dalam diskusi :
-         Moderator / pemimpin diskusi (KETUA)
-         Peserta diskusi
-         Sekretaris / Notulis
-         Peninjau / atau pengunjung
Simpulan adalah rangkuman pendapat akhir dalam suatu wacana.

A. Syarat-syarat moderator/ketua diskusi
Moderator yang baik harus:
1. mempersiapkan diri secara saksama;
2. mempertimbangkan faktor kenyamanan peserta;
3. mendengarkan diskusi secara saksama;
4. menghentikan pembicaraan yang hendak mendahului
pembahasan materi diskusi berikutnya,
atau bermaksud membawa hal-hal yang tidak
relevan dalam diskusi;
5. memastikan semua peserta diskusi memperoleh
kesempatan yang sama untuk berbicara;
6. tahu aturan main diskusi;
7. sabar, rendah hati, dan menguasai pendapat setiap
pembicara;
8. jujur, ramah, dan tidak memihak;
9. merumuskan dan menyimpulkan setiap pembicaraan
serta membuat kesimpulan kesepakatan;
10. mengusahakan agar diskusi berakhir tepat waktu;
dan
11. mengucapkan terima kasih kepada semua orang
yang membantu terlaksananya diskusi.

B. Syarat-syarat peserta diskusi
Syarat-syarat peserta diskusi yang baik, yaitu:
1. mematuhi aturan main diskusi;
2. memahami /menguasai pokok/materi diskusi;
3. aktif menyumbangkan pemikiran;
4. menghargai pendapat orang lain;
5. menghindari sifat emosional;
6. berbicara dengan sopan, jelas, sederhana, tidak
berbelit-belit;
7. tidak takut dikritik dan berani melontarkan kritik;
dan
8. berani berbicara dan berpendapat dengan terbuka.

C. Syarat-syarat sekretaris diskusi
Sekretaris diskusi yang baik harus:
1. merekam semua pembicaraan dalam diskusi
tersebut, rekaman atau catatan tersebut
biasanya disebut notula.
2. mendengarkan jalannya diskusi sehingga ia
dapat mengetahui dan memahami yang
diucapkan peserta.
3. harus selalu mendengarkan sehing-ga bila ada
hal yang penting ia segera mencatat-nya dengan
sesingkat mungkin.
4. harus selalu waspada dan berkonsen-trasi
mendengarkan diskusi dan mencatat ma-terimateri
yang perlu dicatat.
5. menyediakan bantuan-bantuan administrasi
selama berlangsungnya diskusi.
6. mencatat nama-nama peserta diskusi yang
bertanya/ menyanggah.

Negosiasi

Hal-hal yang Berkaitan
dengan Negosiasi
Supaya negosiasi dapat berhasil, kita perlu
memperhatikan cara bernegosiasi yang baik. Berikut
ini beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam
ber-negosiasi:
1. sebelum bernegosiasi, orang yang bernegosiasi
harus melakukan persiapan dengan baik;
2. orang yang bernegosiasi harus saling menghormati;
3. orang yang bernegosiasi harus mematuhi aturanaturan;
4. usahakan berdiskusi, tidak berdebat, dan hindari
konfrontasi, percekcokan, dan perseteruan;
5. dalam bernegosiasi diperlukan kesabaran, jangan
terburu-buru mengambil keputusan kalau belum
pasti hasilnya akan memuaskan;
6. perlu keterbukaan dalam mengungkapkan maksud
Anda namun tidak semua hal perlu diberitahukan;
7. jangan pernah meremehkan orang lain;
8. bersikaplah profesional; dan
9. akhirilah negosiasi Anda secara positif.


Macam – Macam Laporan
1.      Laporan Kunjungan
2.      Laporan Perjalanan
3.      Laporan Percobaan
4.      Laporan pengamatan
5.      Laporan Penelitian
6.      Laporan Peristiwa
7.      Laporan Kegiatan

1)   Laporan Kunjungan
Laporan kunjungan adalah informasi tertulis kepada seseorang karena tanggung jawab tentang kunjungan yang diberikan kepadanya.
            Hal-hal yang perlu dijelaskan dalam laporan kunjungan:
a.       Nama kegiatan atau judul.
b.      Tujuan obyek yang dikunjungi.
c.       Waktu kunjungan (hari/tanggal dan jam).
d.      Hasil kunjungan:
                                                              i.      Kegiatan yang dilakukan.
                                                            ii.      Pesan dan kesan setelah melakukan kunjungan.

2)   Laporan Perjalanan
Laporan perjalanan adalah laporan yang berisi kegiatan seseorang dalam melakukan perjalanan ke suatu tempat yang didasarkan pada pengamatan, pengalaman, dan observasi langsung terhadap tempat yang dikunjungi. Laporan perjalanan dapat berisi persiapan sebelum perjalanan dilakukan, kegiatan selama perjalanan berlangsung, serta tujuan yang didapat setelah perjalanan berlangsung.
Laporan perjalanan adalah laporan yang dibuat berdasarkan pengalaman selama melakukan kunjungan atau perjalanan. Menurut medianya laporan perjalanan dapat dibedakan menjadi laporan lisan dan laporan tertulis. Laporan perjalanan dapat berupa surat, formulir, artikel, buku.
Laporan perjalanan berisi hal-hal berikut:
a.       Latar Belakang
b.      Tujuan
c.       Objek yang dituju
d.      Pemberangkatan
e.       Waktu
f.        Lama perjalanan
g.       Panitia
h.      Peserta
i.        Dana
j.         Kota yang dilewati
k.      Pengalaman.



3)   Laporan Percobaan
            Laporan yang dibuat setelah melakukan percobaan yang telah dilakukan.
Laporan percobaan berisi hal-hal berikut:
a.       Judul percobaan
b.      Tujuan percobaan
c.       Kajian teori
d.      Alat dan bahan
e.       Prosedur kerja
f.        Hasil pengamatan
g.       Analisis data dan pembahasan,
h.      Kesimpulan dan saran, dan
i.        Haftar pustaka.

4)   Laporan Pengamatan
Laporan Pengamatan adalah  tulisan yang berisi hasil pengamatan terhadap sebuah tempat atau suatu pekerjaan. Isi laporan ialah hal-hal penting yang berkaitan langsung dengan tanggung jawab yang dibebankan kepada si pembuat laporan.
            Laporan Pengamatan berisi hal-hal berikut :
a.       Judul laporan
b.      Pendahuluan
                                                              i.      Latar Belakang
                                                            ii.      Tujuan
                                                          iii.      Waktu dan tempat
c.       Pembahasan Objek
d.      Penutup
                                                              i.      Kesimpulan
                                                            ii.      Saran

5)   Laporan Penelitian
Laporan Penelitian adalah penyampaian hasil penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan berdasarkan jenis dan tujuan penelitian.Laporan penelitian dapat dikatakan sebagai bentuk komunikasi timbal balik antara penulis laporan dengan pembaca.Komunikasi ini bermanfaat untuk menyebarluaskan ilmu, informasi,pengetahuan, koreksi dan rujukan mengenai sesuatu yang sudah dilakukan orang.
Hal-hal yang yang harus di tulis dalam laporan penelitian sebagai berikut :
a.       Temuan hasil penelitian (Temuan hasil penelitian merupakan bagian pokok yang harus dijawab dari perumusan masalah)
b.      Proses pelaksanaan penelitian
c.       Langkah –langkah dasar kegiatan penelitian yang urut dan dapat diperttanggungjawabkan.



6)   Laporan Peristiwa
Laporan peristiwa adalah laporan yang menyajikan berita tentang proses ataupun keadaan berlangsung suatu peristiwa dengan penyajian fakta berbentuk peristiwa yang benar benar terjadi.

7)   Laporan Kegiatan
Laporan kegiatan adalah suatu bentuk penyampaian keterangan  mengenai pelaksanaan kegiatan yang telah dikerjakan. Laporan kegiatan  juga merupakan salah satu bentuk komunikasi dari pihak yang diberikan  tugas (panitia pelaksana) dengan pihak yang memberikan tugas.
Singkatnya, Laporan kegiatan adalah laporan setelah melakukan kegiatan ataupun serangkaian acara.
8)   Laporan Diskusi
Laporan diskusi merupakan informasi tentang hasil dari pertemuan ilmiah yang telah dilakukan dalam bentuk format tertulis. Laporan diskusi itu tidak hanya memuat rumusan hasil dari pendiskusian yang telah dilakukan, melainkan mulai dari topik diskusi yang dilaksanakan sampai lampiran peserta diskusi yang hadir. 


Argumentasi (tulisan)

Argumentasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang ditulis dengan tujuan untuk meyakinkan atau membujuk[rujukan?] pembaca. Dalam penulisan argumentasi isi dapat berupa penjelasan, pembuktian, alasan, maupun ulasan obyektif dimana disertakan contoh, analogi, dan sebab akibat.

Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat. Contoh-contoh tulisan eksposisi adalah berita di koran dan petunjuk penggunaan.
Persuasi

Karangan persuasi merupakan karangan yang bertujuan mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Karangan ini biasanya berisi ide, gagasan, atau pendapat penulis disertai imbauan atau ajakan kepada orang lain, dimana pengarang mengharapkan adanya sikap motorik berupa gerakan yang dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya dan pembaca yakin bahwa ide, gagasan atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti. 



Deskripsi

Deskripsi adalah Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.



Narasi

Narasi adalah Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.

Senin, 28 April 2014

Materi Penjas


BUDAYA HIDUP SEHAT


A. PENDIDIKAN SEKS

            1. Pengertian Pendidikan Seks
            Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia, bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Pendidkan seks juga diartikan sebagai sex play yang hanya perlu diberikan kepada orang dewasa. Adapun pengertian pendidikan seks secara umum adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti,fungsi, dan tujuan seks, sehinggaia dapat menyalurkannya secara baik,benar dan legal.
            Pendidikan seks mempunyai ruang pembahasan yang kompleks. Pendidikan seks bukan hanya mengenai penerangan seks dalam arti heterosexual (seseorang yang mempunyai keinginan seks hanya pada lawan jenisnya), dan bukan semata-mata menyangkut masalah biologis atau fisiologis, melainkan juga meliputi psikologi,sosio-kultural, agama, dan kesehatan.
            Dalam pendidikan seks dapat dibedakan antara sex instruction dan eeducation in sexuality. Sex instruction ialah penerangan mengenai anatomi, seperti pertumbuhan rambut pada ketiak dan sekitar alat kelamin, dan mengenai biologi dari reproduksi, yaitu proses berkembang biak melalui hubungan kelamin untuk mempertahankan jenisnya. Termasuk didalamnya juga pembinaan keluarga dan metode kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan.
            Adapun education in sexuality meliputi bidang-bidang etika, moral, psikologi, ekonomi, dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individu seksual, serta mengadakan hubungan interpersonal yang baik. Karena sex instruction tanpa adanya education in sexuality akan dapat menyebabkan promiscuity (pergaulan dengan siapa saja), serta hubungan-hubungan seks yang menyimpang.
            2. Tujuan Pendidikan Seks
            Secara umum tujuan dari pendidikan seks sesuai kesepakatan Internasional “Conference Of Sex Education and Family Planning” adalah untuk menghasilkan manusia-manusia dewasa yang dapat menjalankan kehidupan yang bahagia, karena dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab terhadap dirinya dan terhadap orang lain.
            Sedangkan tujuan pendidikan seks yang paling utama adalah melahirkan individu-individu yang senantiasa dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan lingkungannya, serta bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun orang lain. Adapun tujuan paling akhir pendidikan seks adalah pencegahan kehamilan diluar perkawinan.

Tujuan pendidikan seks dapat dirinci sebagai berikut
a. Membentuk pengertian tentang perbedaan seks antara pria dan  wanita dalam keluarga, pekerjaan, dan seluruh kehidupan.
b. Membentuk pengertian tentang peranan seks di dalam kehidupan manusia dalam keluarga.
c. Mengembangkan pengertian diri sendiri sehubungan dengan fungsi dan kebutuhan seks.
d. Membantu siswa dalam mengembangkan kepribadian, sehingga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

3. Pendidikan Seks Bagi Remaja
            Kalau kita melihat dan mengamati masih banyak yang belum memahami seks dengan baik dan benar. Hal ini dikarenakan norma dan nilai dalam masyarakat kita yang menganggap bahwa pendidikan seks masih tabu untuk dibicarakan secara terbuka dan dikalayak umum, mereka menganggap bahwa seks merupakan masalah orang dewasa. Pendapat itu memang benar jika dipakai padamasa lampau, karena akses untuk mendapatkan informasi tentang seks sangat terbatas, akan tetapi pendapat itu tidak sesuai dengan saat ini, karena untuk mengakses informasi seks sangat terbuka lebar. Untuk itu jika para remaja tidak dibekali dengan pendidikan seks yang baik dan benar, meraka akan terjerumus dan salah dalam pergaulan.
            Salah satu pergeseran moral pada saat ini ialah mengenai moral seksualitas, terutama dikalangan remaja. Nilai moral seksualitas yang dulu dianggap tabu dan bertentangan dengan norma agama, sosial, adat, kini dianggap tidak demikian lagi oleh sebagian kaum remaja. Dengan demikian memberikan bimbingan, pengetahuan,pendidikan dan penerangan seks kepada para remajamerupakan suatu hal yangsangat penting danpewrlu dilakukan.
            Alasan mengapa pendidikan seks sangat penting diajarkan kepada para remaja adalah, sebagai berikut:
            a. Dapat mencegah adanya penyimpangan dan kelainan seksual.
            b. Dapat memelihara tegaknyanilai-nilai moral yang terkandung
            didalamnya.
            c. Dapat mengatasi gangguan psikis.
            d. Dapat memberi pengetahuan dalam menghadapi perkembangan
            anak.

B. BAHAYA SEKS BEBAS

Hubungan seks pranikah bahkan berganti-ganti pasangan (seks bebas) mengakibatkan aib dan mengganggu ketentraman hidup selanjutnya.untuk itu, sebaiknya para remaja mengenal bahaya akibat hubungan pranikah dan seks bebas sebelum terlanjur. Perilaku seks pranikah dan seks bebas terutama dikalangan remaja sangat berbahaya bagi perkembangan mental (psikis), fisik dan masa depan remaja. Berikut beberapa bahaya utama akibat seks pranikahdan seks bebas, yaitu:
           

1. Menciptakan Kenangan Buruk
Apabila seseorang terbukti telah melakukan seks pranikah atau seks bebas dan ketahuan oleh kelurga dan masyarakat, maka secara moral pelaku dihantui rasa bersalah yang berlarut-larut. Hal ini akan mengganggu perkembangan psikis (mental) remaja tersebut.

            2. Mengakibatkan Kehamilan
Kehamilan diluar nikah akan menjadi beban mental yang luar biasa bagi pelakunya, karena akan mendapat pandangan negatif dari masyarakat. Bahkan secara jelasnya dapat dikatakan bahwa perilaku seks pranikah dan seks bebas hanya akan menimbulkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku dan bahkan keturunannya nanti.

3. Mengakibatkan pengguguran kandungan (aborsi) dan
pembunuhan bayi
Banyak kehamilan yangterjadi akibat perilaku seks pranikah merupakan kehamilan yang tidak diharapkan. Untuk itu biasanya banyak yang melakukan aborsi, karena merekabelum siap secara psikis atau fisik untuk mempunyai seorang anak. Padahal tindakan aborsi itu melanggar norma agama, adat, sosial dan melanggar kode etik duniakesehatan. Disamping itu yang paling merugikan adalah akan mengganggu kesehatanseperti kerusakan rahim, kemandulan dan lainnya bagi pelaku itu sendiri.
4. Penyebaran penyakit
Perilaku seks bebas akan mengakibatkan penyebaran penyakit kelamin menular. Hal ini tidak hanya menular pada pasangannya saja, akan tetapi akan menular pada keturunannya yang akan mengakibatkan bayi lahir cacat.

5. Timbul rasa ketagihan
Biasanya Bahaya yang ditimbulkan paling utama dari seks bebas yang menginggapi para remaja adalah adanya timbul rasa ketagihan bagi para pelakunya, karena sekali mencoba maka dipastikan akan melakukan terus-menerus perbuatan tersebut.


C. MENGHIDARI SEKS BEBAS

            Perilaku seks bebas sangat berdampak bagi perkembangan jiwa seseorang. Perilaku seks bebas sangat berbahaya sehingga kita patut menghindari. Untuk menghindari seks bebas,perlu dilakukan pendidikan seks kepada semua anggota keluarga. Salah satubentuk pendidikan seks di keluarga di antaranya adalah sebagai berikut:



1. Pencegahan Menurut Agama
            a. Memisahkan tempat tidur anak
            b.Meminta izin ketika memasuki kamar tidur orang tua
            c. Mengajarkan norma dalammemandang lawan jenis
            d.Larangan menyebarkan rahasia suami-istri
2. Pencegahan Seks Bebas dalam keluarga
            Keluarga merupakan tempat utama bagi seseorang, sehingga keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks bagi anggota keluarga. Berikut ini adalah bebarapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha untuk mencegah perilaku seks bebas,antara lain:
a. Keluarga harus mengerti permasalahan seks
b. Seorang ayah menjelaskan anak laki-laki dan seorang ibu menjelaskan anak perempuan tentang masalah seks
c. Jangan menjelaskan masalah seks pada anak laki-laki dan perempuan pada waktu dan ruang yang sama
d. Hindari hal-hal yang berbau porno saat menjelaskan masalah seks
e. Penting bagi orang tua untuk menyakinkan bahwa teman-teman puta-putrinya merupakan anak yang baik
f. Memberikan perhatian kemampuan anak dibidang olahraga dan menyibukkan mereka dengan aktivitas yang bermanfaat.
g. Tanamkan etika memelihara diri dari perbuatan-perbuatan maksiat
h. Membangun sikap saling percaya antara orang tua dan anak